-mesin las arus bolak-balik
-mesin las arus searah
macam" mesin las ini antara lain transfor
gambar di bawah ini adalah 1 jenis mesin la

- Las busur adalahsalah satu proses pengelasan yg panasnya diperoleh dari nyala busur listrik dengan menggunakan elektroda yg berselaput/pembungkus/fluks.Elektrodanya berfungsi disamping pencetus busur listrik juga berfungsi sbg logam pengisi,sedangkan fluksnya antara lain berfungsi untuk melindungi hasil pengelasan terhadap kontaminasi atmosfir.
- Las busur manual termasuk salah satu proses las/jenis lasan yg paling banyak digunakan dalam proses manufaktor dan perbaikan barang" mekanik dan konstruksi.Las busur manual tidaklah seefisien jenis" las semiotomatis yg lain,karena memerlukan waktu untuk mengganti elektroda terak yg dihasilakn harus dibersihkan lebih dahulu terutama pada saat menyambung atau melapisi.
- Las busur manual dapat digunakan untuk posisi pengelasan yg berbeda dan dapat digunakan di bengkel atan lapangan ,sehingga banyak digunakan pada pekerjaan ketehknikan ,mulai dari yg ringan sampai berat,misalnya bejana bertekanan dan rangka baja untuk konstruksi bangunan,industri alat" berat dan perkapalan.

peralatan utama adalah alat" yg berhubungan langsung dengan proses pengelasan,sehingga pengelasan tidak dapat dilakukan jika salah satu dari peralatan utama tidak ada,yg termasuk peralatan utama adalah :
-mesin las/trafo las
-kabel las (primer & sekunder)
-tang las (older)
-klem masa
sedangkan peralatan bantu dan peralatan keselamatan kerja/kesehatan kerja antara lain :
-kedok las [helm/gogel]
-sikat baja
-palu terak [chipping hammer]
-tang penjepit [smit tang]
-tabir penghalang
-sistem penghisap debu
-dll
Mesin Las Busur Manual
Mesin las Busur manual secara garis besar dibagi dalam 2 golongan,yaitu :
1.mesin las arus bolak-balik (AC welding machine)
2.mesin las arus searah (DC welding machine)
mesin las arus bolak-balik sebenarnya transformator,karena mesin ini dapat menurunkan tegangan,nisalnya dari 110 volt,220 volt,380 volt atau 420 volt menjadi berkisar antara 20 sampai 80 volt.Pada saat belum terjadinya busur las keadaan ini disebut sirkuit terbuka (open circuit voltage/ocv),tegangan pada saat ini 45 sampai 80 volt,sedangkan pada saat terjadinya busur las disebut sirkuit tertutup (close circuit voltage/ccv),tegangan pada saat ini antara 20 samapi 35 volt.
untuk mengatur besar kecilnya arus pada mesin las arus bolak-balik dapat dilakukan dengan cara memutar tuas,menarik/menekan tergantung dari konstruksi transformator tersebut.Pada mesin las arus bolak-balik kabel masa dan kabel elektroda jika dipertukarkan tidak akan mempengaruhi perubahan panas yang timbul pada saat busur menyala.
Mesin las arus searah mandapatkan sumber tenaga listrik dari trafo las AC yang kemudian dirubah menjadi DC atau generator arus searah yang digerakan oleh motor bensin atau motor diesel.Pemansan kabel" las (pengkutuban).pada saat mesin las DC dapat diatur sesuai dengan keperluan pengelasan,yaitu dengan cara :
1.Pengkutuban langsung (Direct curren straght polarity/DCSP/DCEN).Pada pengkutuban ini kutub positif mesin las dihubungkan dengan benda kerja,sedangkan kutub negatifnya dihubungkan dengan elektroda,denagn hubungan seperti ini sepertiga bagian panas yang dihasilkan memanaskan elektroda,sedangkan dua pertiga lainnya memanaskan benda kerja.
2.pengkutuban terbalik (Direct current reverse polarity/DCRP/DCEP).Pada pengkutuban ini kutub positifnya dihubungkan dengan elektroda,sedangkan kutub negatifnya dihubungkan dengan benda kerja dengan hubungan seperti ini,sepertiga bagian panas memanaskan benda kerja,sedangkan dua pertiga lainnya memenaskan elektroda.
Kabel L
as
Pada mesin las terdapat 2 jenis mesin kabel,yaitu kabel primer (primary cable power) dan kabel sekunder atau kabel las (welding cable).Kabel primer adalah kabel yang menghubungkan antara sumber tenaga dengan mesin las,jumlah kawat pada kabel primer disesuaikan dengan jumlah phasa mesin las ditambah 1 kawat ground.Kabel" yang menghubungkan mesin las dengan older dan tang masa inti kabel sekunder terdiri dari kawat" yang halus dan sangat banyak jumlahnya serta dilengkapi dengan isolator.Penggunaan kabel pada mesin las hendaknya disesuaikan dengan kapasitas arus maksimum dari mesin las,makin kecil diameter kabel atau panjang ukuran kabel,sedangkan makin besar diameter kabel dan semakin pendek maka hambatan akan rendah.
Tang Las
Older berfungsi untuk menjepit elektroda,older dibuat dari bahan kuningan atau tembaga dan dibungkus dengan isolator yang tahan terhadap panas dan arus listrik seperti ebonit.Mulut penjepitnya harus selalu bersih dan jepitannya kuat agar hambatan arus yang terjadi sekecil mungkin.
Klem masa
Untuk menghubungkan kabel masa ke benda kerja/meja kerja digunakan penjepit (klem) masa.Bahan untuk klem masa sebaiknya sama dengan bahan penjepit elektroda (older) .Klem masa harus dijepitkan pada benda kerja/meja kerja pada tempat yang bersih dan jepitannya kuat.
Keselama
tan Kerja
konstruksi las untuk saaat ini banyak digunakan,sehingga pelaksanaan pekerjaan las juga menjadi semakin besar,dengan sendirinya kecelakaan" yang terjadi yang berhubungan dengan pekerjaan las juga semakin banyak.Kecelakaan itu pada umumnya disebabkan oleh kurang hati",cara menggunakan alat yang salah,kualitas pelindung yang kurng baik dan sebagainya.Untuk menghindari dari kecelakaan tersebut perlu penguasaan pengetahuan tertentu dan mengetahui tindakan" apa yang harus diambil bila terjadi kecelakaan.
Beberapa kecelakaan yang dapat terjadi pada pekerjaan las antara lain :
1.KECELAKAAN KARENA CAHAYA & SINAR :
selama proses pengelasn berlangsung akan timbul cahaya dan sinar yang dapat membahayakan juru las dan orang lain yang ada di sekitarnya,cahaya tersebut meliputi :
a.SINAR ULTRAVIOLET
sinar ultraviolet sebenarnya adalah pancaran yang mudah terserang tetapi sinar ini mempunyai pengaruh yang besar terhadap reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh.Bila sinar ultraviolet yang terserap oleh lensa dan kornea mata melebihi jumlah tertentu,maka pada mata akan terasa seakan" ada benda asiang di dalamnya.Dalam waktu 6 antara 12 jam setelah mata menyerap sinar tersebut maka mata akan menjadi sakit selama 6 sampai 24 jam.Pada umumnya rasa sakit ini akan hilang setelah 48 jam.
b.CAHAYA TAMPAK
semua cahaya tampak yang masuk ke mata akan diteruskan oleh lensa dan kornea mata.Bila cahaya ini terlalu kuat maka mata akan segera menjadi lelah bahkan menjadi sakit jika terlampau lama.Rasa lelah dan sakit ini sifatnya juga hanya sementara.
c.SINAR INFRAMERAH
adanya sinar inframerah tidak segera terasa oleh mata,karena itu sinar ini lebih berbahaya,sebab tidak diketahui,tidak terlihat,dan tidak terasa.Pengaruh sinar inframerah terhadap mata sama dengan penagruh panas,yaitu menyebabkan pembengkakan pada kelopak mata,terjadinya penyakit kornea,prebiopia yang terlalu dini danterjadinya kerabunan,denagn demikian sinar inframerah jauh lebih berbahaya dibandingkan 2 sinar lainnya.
Pelindung Mata dan muka
a.PELINDUNG MATA
Pelindung mata gogle harus mampu menurunkan pancaran cahaya tampak dan harus dapat menyerap atau melindungi mata dari pancaran sinar ultarfiolet dan inframerah.Oleh karena itu seseorang juru las harus menggunakan pelindung mata yang mempunyai warna transmisi tertentu,misalnya abu",cokelat atau hijau.

Hal yang harus diperhatikan dalam memilih gogle :
-Harus mempunyai daya penerus yang tepat terhadap cahaya tampak
-Harus mampu menahan cahaya dan sinar yang berbahaya
-Tidak melelahkan mata
-Harus tahan lama dan mempunyai sifat tidak mudah berubah
-Harus memberi rasa nyaman pada pemakai
b.Pelindung muka

Pelindung muka dipakai untuk melindungi seluruh muka terhadap kebakaran kulit akibat dari cahaya busur,percikan dan lain" yang tidak dapat dilindungi dengan hanya memakai pelindung mata saja.Bentuk dari pelindung muka bermacam" dapat berbentuk helmet dan dapat berupa pelindung yang harus dipegang.
Banyak sekali jenis kecelakaan yang ditimbulkan oleh listrik dan akibatnya dapat menyebabkan kematian sekalipun kejutan listrik yang ditimbulkan relatif kecil.Besarnya arus dan keadaan badan manusia.Tingkat dari kejutan dan hubungannya dengan besar arus adlah sebagai berikut:
a.arus 1 mA hanya menimbulkan kejutan yang kecil saja dantidak membahayakan
b.arus 5 mA akan menimbulakan stimulasi yang cukup tinggi pada otot dan meni,bulkan rasa sakit
c.arus 10 mA akan menyebabkan rasa sakit yang hebat
d.arus 20 mA akan menyebabkan kerutan pada otot sehingga orang yang terkena tidak dapat melepaskan dirinya tanpa bantuan orang lain
e.arus 50 mA sudah sangat berbahaya
f.100 mA akan menyebabkan kematian
Pencegahan Bahaya Listrik
Kemungkina kejutan listrik disebabkan karena sentuhan antara juru las atau pekerja lainnya dengan elektroda atau pemegang elektroda dari mesin las yang sedang tidak berbeban.Untuk menghindari hal ini maka dianjurkan untuk menggunakan mesin dengan tegangan kedu serendah mungkin.Berdasarkan standar JIS dipersyaratkan agar tegangan ini setingi-tingginya 95 volt.Bila sentuhan terjadi besar arus yang melalui badan manusia dapat dihitung sebagai berikut:

ket :
I : tegangan yang mengalir pada badan manusia
E : tegangan kedua <95>
R1 : tahanan antara tangan/pinggang <20.000>
R2 : tahanan badan manusia <500-1000>
R3 : tahanan antara kaki dan tanah <3000>
Bila harga" tersebut dimasukkan ke dalam persamaan,maka besarnya arus kira" 2 mA,ini berarti tidak membahayakan,tetapi bila tangan dan kaki sedang berkeringat maka besar arus bisa naik sampai 12x lipst dan dalam keadaan basah naik hingga 25x lipat.Bila keadaan ini terjadi maka kejutan listrik yang timbul akan sangat membahayakan.
HAL-HAL YANG HARUS DIHINDARI UNTUK MENCEGAH TERJADINYA KECELAKAAN KARENA LISTRIK :
Hal" yang harus diperhatikan dan dilaksanakan untuk menghindari terjadinya kecelakaan karena listrik adalah sebagai berikut :
1.juru las harus memakai sarung tangan dan sepatu yang berisolator serta memakai pakaian kerja.Bila berkeringat harus berhenti dan mengeringkan terlebih dahulu sebelum melakukan pekerjaan mengelas
2.mesin las harus dilengkapi dengan alat penurun tegangan otomatis
3.harus menggunakan kabel dan pemegang elektroda yang berisolator sempurna
4.pemegang elektroda harus diletakkan pada tempat yang berisolator atau digantungkan bila tidak sedang ngelas
5.rumah mesin las harus diketanahkan dengan baik
6.penggantian elektroda harus dilakukan dengan hati"
7.dalam keadaan istirahat atau tidak mengelas mesin las harus dimatikan
3.KECELAKAAN KARENA DEBU DAN GAS DALAM ASAP LAS
Debu dalam asap las besarnya berkisar antara 0,2Mm s/d 3Mm,distribusi dari ukuran debu dan asap yang timbul dari elektroda,tergantung dari jenis fluksnya,butir" debu asap dengan ukuran 0,5Mm atau lebih bila terhisap akan tertahan oleh bulu hidung dan bulu pipa pernapasan,sedangkan debu asap yang lebih halus akan terbawa masuk ke dalam paru".Sebagian debu yang masuk ke paru" akan dihembuskan kembali keluar ,sedangkan sebagian tertinggal dan melekat pada kantung udara di dalam paru",hal ini dapat menimblkan beberapa penyakit seperti sesak nafas dan lain sebagainya.Oleh karena itu debu las perlu mendapat perhatian khusus.
Mencegah Kecelakaan Karena Debu dan asap Las
1.Pengadaan Fentilasi
tujuan dari fentilasi adalah membawa debu asap dan gas sehingga udara di ruang tetap bersih,untuk ini ada dua pelaksanaan,yaitu fentilasi seluruh gedung dan fentilasi setempat.
2.Pelindung Pernapasan
Bila pembersihan udara dengan fentilasi seprti yang diterangkan di atas tidak mungkin untuk dilaksanakan atau tidak mencukupi sehingga diperkirakan dapat membahayakan,maka pekerja" di tempat las diharapkan memakai alat pernapasan pelindung debu dan pelindung racun.
4.BAHAYA KECELAKAAN KARENA PERCIKAN DAN TERAK LAS :
a.Pelindung Mata
selama mengelas tidak banyak terjadi kecelakaan karena percikan dan terak las,sebab biasanya juru las dan pembantunya menggunakan google,tetapi pada waktu membersihkan hasil lasan, pecahan" percikan dan terak las dapat dan sering masuk ke mata yang menimbulkan pembengkakan.Oleh karena itu selama pembersihan hasil lasan juru las dan pembantunya harus memakai pelindung mata.
b.Pelindung Kulit
percikan las dan terak bila mengenai mata kulit dapat menyebabkan luka bakar,oleh karena itu juru las dan pembantunya harus dilindungi terutama pada saat pengelasan tegak dan atas kepala.Untuk melindungi kulit tangan juru las harus memakai sarung tangan dari kulit.Bila tangan menjadi berkeringat dan harus untuk menghindari bahaya karena listrik,maka bagian dalam dari sarung tangan kulit tersebut harus dilapisi dengan sarung tangan katun.Untuk melindungi badan dari percikan,juru las harus memakai afron sedangkan untuk melindungi kaki dari benda jatuh terhadap percikan,dan bahaya karena listrik juru las harus memakai sepatu pengaman [SAFETY SHOES].
1.PENGATURAN MESIN LAS :
a.Untuk mesin las AC,periksa apakah kabel elektroda sudah dihubungkan pada terminal yang bertanda elektroda.Demikian juga dengan terminal yang lain dan pilih voltage yang sesuai.
b.Periksa bahwa handel polaritas telah menunjukkan pengkutuba yang sesuai jenis elektroda yang dipakai,apabila mesin las tidak memiliki handel polaritas,yakinkan elektroda dan benda kerja telah disambungkan dengan terminal yang benar dan cukup kuat.
2.PENGATURAN ARUS PENGELASAN :
Arus yang terlalu rendah akan menyebabkan tidak terjadi penembusan dan perpaduan yang baik antara kawat las dengan benda kerja dan kawat las sulit di kontrol.
Pada arus yang terlalu tinggi akan menghasilkan banyak percikan terak,rigi" las lebar dan penembusan terlalu dalam.
Selanjutnya untuk menentukan besarnya arus listrik yang digunakan harus di sesuaikan dengan tabel pemakaian arus yang terdapat pada setiap bungkus elektroda.
3.PERSIAPAN BENDA KERJA :
Tempatkan benda kerja pada meja kerja dengan kedudukan yang rata,bagian pelat yang panjang melintang pada badan anda,dengan maksud agar anda dapat melihat dengan jelas,di mana anda akan memulai dab menghentikan elektroda,pakailah alat" dan kemudian hidupkan mesin las.
4.TEKNIK PENYALAAN BUSUR LAS :
Untuk latihan pertama kali gunakan elektroda E6013 dengan diameter 3,25 Mm , jepitlah yang tidak berselaput pada penjepit [SMIT TANG] elektroda ,sekarang elektroda sudah dialiri arus listrik,hati-hatilah terhadap sentuhan dengan meja kerja,karena biasanya terjadi penyalaan.
Berdirilah pada posisi yang nyaman untuk dapat mengikuti gerakan elektroda,jangan memegang pemegang elektroda terlalu kuat atau kaku pegang pemegang elektroda dengan rileks dan akan lebih memudahkan dalam penyalaan dan penarikan busur.
Arahkan ujung elektroda ke benda kerja dengan sudut elektroda kurang lebih 70 derajat terhadap permukaan benda kerja.Turunkan ujung elektroda yang akan dinyalakan sehingga mencapai 30 Mm diatas permukaan benda kerja.


1 komentar:
info yg menarik, keep posting :)
Posting Komentar
KALAU MAU KOMENT SANTAI AJA YACH !!!